Pages

May 30, 2011

Ya Muslimah! Aku Kasihkan Kamu

Assalamualaikum wbt.

Saya sudah lama ingin menulis tentang ini, bukan atas dasar ingin menyalahkan sesiapa, tetapi disebabkan rasa kasih sayang dan tanggungjawab sesama muslim. Pertamanya suka saya menceritakan kembali pemerhatian dan pengamatan saya apabila keluar ke bandar, majlis keramaian ataiu ke mana sahaja yang memerlukan seseorang muslim especially muslimah menutup auratnya daripada pandangan ajnabi.

Situasi Pertama
Lokasi : Pusat beli belah terkemuka di Kuantan.

Saya duduk di kerusi di kawasan laluan utama dalam pasar raya itu. Sepanjang lebih kurang sejam menjalankan 'people watching', saya dapati hanya seorang sahaja muslimah yang lalu di situ memakai pakaian mengikut syariat Islam.

Sungguh menyedihkan!

Majoriti mereka mengenakan pakaian yang ketat, mengikut bentuk tubuh badan.Tidak cukup dengan itu, langsung tidak memakai tudung, dipadankan pula dengan skirt pendek.

Cantikkah begitu?

Itukah ukuran cantik dan versatile?


Up-to-date?


Situasi Kedua.
Lokasi : Di kawasan perumahan

Saya jalan-jalan di kawasan kampung dan perumahan. Muslimah lepak-lepak di hadapan rumah, sembang petang dengan jiran.

Bagus! rapatkan ukhwah.

Tapi...
Yang tak bagus, tudung tak dipakai, yang pakai tudung masih tak sempurna, tak menutup dada dan baju pula berlengan pendek.

Saya hanya menyebut astaghfirullah...mengalihkan pandangan.
Saya yang juga bergelar muslimah tidak sanggup memandang mereka.

Bagaimana pula anak-anak mereka? kalau ibu tidak menutup aurat, janganlah harapkan anak pula.

Pandang pula di belakang rumah, ada pula yang berkemban sahaja, mengangkat kain di jemuran. Murahnya maruah kamu?

Sesiapa sahaja yang lalu dapat melihat!

Jika orang memanggil kamu perempuan murahan mesti kamu marah. Melenting.


Situasi Ketiga.
Lokasi : Pantai

Ramainya orang Melayu beragama Islam beriadhah bersama keluarga.

Apabila diperhatikan, ada yang memakai pakaian mandi tanpa segan silu. Menayangkan tubuh badan di khalayak ramai.

Oh dunia!

Pantai yang Allah ciptakan tidak salah. Kamu pengguna pantai, penghuni dunia lah yang bersalah.


Berhargakah kita ya Muslimah?

YA!

Inilah jawapan yang tepat lagi padat.

Apa buktinya?


Lupakah kita bahawa Islam meletakkan kita di tempat yang tinggi, bukan seperti pada zaman Jahiliyyah, perempuan dihina, anak perempuan dibunuh hidup-hidup, ibu bapa berasa amat malu apabila mendapat anak perempuan. Semua itu telah berlalu dan terpadam dengan kedatangan Islam.

Wahai muslimah yang saya kasihi termasuk diri saya,

Aurat kita sangat berharga. Tiada gantinya dengan sesuatu pun.

Beramallah dengan suruhan dan larangan Pencipta kita.

Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka...(An-Nuur 24:31)

Ingatlah kita manusia sedang lena tidur dengan mimpi indah di dunia.

Bila datang kematian, saat yang pasti dijanjikan kepada setiap daripada kita barulah kita akan terjaga.

Biarlah kita terjaga dengan ketenangan, bukan penyesalan yang tiada kesudahan dan tiada penghujung.

Dunia menangis melihat penghuninya makin tidak takutkan Allah, makin besar kepala.

Ayuh, kita bermuhasabah diri, buat semua muslimah terutama yang sudah menikah, ingatlah suami membayar mas kahwin kita dengan sekian harga. Oleh itu, hanya suamilah yang layak melihat aurat dan mahkota kita. Bukan lelaki lain di jalanan. Mereka tidak membayar apa-apa.

Pemurah kita biarlah bertempat.

Lelaki ajnabi sesekali tidak berhak melihat aurat kita.


Susahkah ingin menutup aurat?

TIDAK.

 Bahkan jiwa menjadi lebih tenang dan hari-hari yang dilalui akan lebih bermakna.

Pengalaman Seorang Sahabat.

Saya mengenalinya semasa di USM. Saya telah melihat perubahannya daripada seorang yang  biasa-biasa kepada seorang yang menjaga auratnya.

Pertama kali melihat gambar terbarunya saya terkejut. Bukan kerana sedih tapi bersyukur.

"Alhamdulillah, dah lain sekarang. Tak rugi datang bilik saya try tudung labuh dulu." respon saya selepas melihat gambar terbarunya.

"Heheh...tu lah tak rugi..Allah yang jadikan camni. Alhamdulillah." balasnya dengan ikhlas.

"Rasa tak tenang?" saya bertanya lagi.

"Rasa sangat." jawabnya dengan nada gembira.

Itulah serba sedikit bukti yang dilalui oleh seorang yang telah merubah dirinya.

Apa kita tunggu lagi, ayuh berhijrah sekarang. Kita tiada masa lagi untuk berlengah.

Saya harapkan para pembaca tidak hanya membaca penulisan ini, tetapi AMBILLAH TINDAKAN SEWAJARNYA sesuai dengan peranan masing-masing.









       

Pakej Isteri Idaman Suami

Assalamualaikum wbt.


  

Pakej seorang isteri idaman suami....

CERDIK DAN SOLEHAH

How to Become A Good Student

Assalamualaikum wbt.


# Use your reliable transportation to come to class on time. Students who walk in late are not only disrupting the teacher, they may be missing valuable information or the best seat in the classroom. Arriving a few minutes early is a lot different than arriving a few minutes late.

#  Sit in the front row. Not only will you be able to see and hear the teacher better, you will also be far away from mooching students who tend to sit in the back.

# Be sure that you get a syllabus and then study it carefully. If your teacher goes through it during class, be sure to write down any additional information he or she may provide. Put your syllabus in a safe place and DO NOT LOSE IT.

# Write down all pertinent class information such as: meeting day and time, room number, professor's name, and class section number and code.This will prevent you from getting lost on campus the first few days and will come in great handy if you need to add/drop the class.


# Learn your professor/ teacher's name and what he or she likes to be called. "Mr." "Ms." "Instructor" or "Dr." may be appropriate. Unless your teacher requests otherwise, use his or her last name to convey the proper respect.

# Come to class ready to learn. TURN OFF YOUR CELPHONE, PAGER, OR OTHER ELECTRONIC DEVICE. Do not leave your cell phone on vibrate; it is still a disruption to the class. Be sure that you have gone to the bathroom, gotten something to eat, and have all your necessary books, pens, and paper. You should not be getting up and leaving in the middle of class on a regular basis, even just to make a phone call. Save those types of behaviors for an emergency.

# Be prepared by taking good notes. What if you never taken notes before and you're not sure how? The only answer is to practice. Some guidance classes will teach you how to write notes if you need help, but mostly, learning how to listen for and write down important information comes from the experience of actually doing it. You should be taking notes every time your teacher lectures and then storing them in a safe place. Refer to your notes just after leaving class; this way your mind will still be fresh.

# Get the phone numbers of at least two other class members. That way, if you miss a class, you can call to find out what you missed. Remember, it is your responsibility to know the information that your teacher presents and that is covered in the book.

# Start working on an assignment as soon as possible. Time goes by faster than you expect it to, and we can't always foresee incidents that will get in the way of our homework.

# If you are assigned to do group work, whether its discussion or turning in a presentation, be a good group member. That means that in a group, you are working just as hard as if you were on your own. Bring your ideas and your feedback to the table. Be serious about the assignment.
 
# Learn from your mistakes. That means if your teacher writes, "Use better grammar" than you should study grammar. If your teacher says, "Excellent! But I feel your conclusion is a little weak" than study how to write a conclusion. If you completely bomb a test, that should be a wake-up call to you. If you procrastinate so long that you are not ready with your project, and it turns into a humiliating experience, you need to ask yourself, "What went wrong? Why did I fail, and how could I do it better next time?" Go to your teacher and ask for feedback if you need more clarification.

# Have a good attitude. People who show up to a class and complain all the time, talking on their cell phone and behind the teacher's back, are really only displaying their immaturity. Leave your personal problems at home, show up with a smile, and try to imagine why you might need to know this information, if it doesn't seem obvious.
 
THE MOST IMPORTANT : ~ PRAYING TO ALLAH ALL THE TIME!

May 28, 2011

Tipulah kalau...

Assalamualaikum wbt.

Tipulah kalau....
             kita cakap cintakan Allah tapi sifat-sifat Allah yang 20 pun belum ingat, faham dan beriman
             kita cakap cintakan Allah tapi nak solat 5 waktu pun masih liat
             kita cakap cintakan Allah tapi nak tutup aurat dengan sempurna pun payah
             kita cakap cintakan Allah tapi takut menyatakan kebenaran

Tipulah kalau...
            kita cakap cintakan Islam tapi langsung tiada usaha nak tolong agama Allah
            kita cakap cintakan Islam tapi masih lagi nafsi-nafsi
            kita cakap cintakan Islam tapi sibuk ikut budaya agama lain.
            kita cakap cintakan Islam tapi tak berusaha nak dalami agama yang paling best ni

Tipulah kalau...
           kita cakap kita ni hati baik tapi masih nak berdengki
           kita cakap kita ni hati baik tapi sentiasa mencari peluang untuk maksiat
           kita cakap kita ni hati baik tapi tak tolong pun bila tengok orang susah
           kita cakap kita ni hati baik tapi berkira betul bila nak bersedekah


 Sebenarnya kita menipu diri sendiri.....



Elakkan Penipuan

May 27, 2011

Promise

Assalamualaikum wbt.

Banyak sangat berjanji sampai kekadang rasa banyak yang belum tertunai.

Janji dengan Allah, diri sendiri dan orang sekeliling.

Alangkah bagus kalau semuanya tertunai, dapat melegakan hati semua pihak.

Cepatlah tunaikan wahai diri. Bimbang tak dapat nak tunaikan semua sebelum tiba saat perpisahan.


Kalau diri terlupa tunaikan bermakna belum habis lagi engkau ambil berat tentang janji yang ditabur.

"Manusia berpegang pada janji".

Janji yang terbaru siang tadi dengan diri, nak siapkan 'sesuatu' dalam tempoh dua minggu cuti sekolah ni.

Harap-harap tak tinggal janji kosong.

"...Sesiapa yang menyempurnakan janjinya (mengenai hak orang lain) dan bertaqwa, maka sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang bertaqwa"(A-li 'Imraan 3:76)


Sempurnakan Janjimu

May 22, 2011

Memberi Makan

Assalamualaikum wbt.

Biasanya apakah yang dilakukan oleh kebanyakan kita pada hari ini selepas solat Subuh?

Ada yang menarik semula selimut untuk menyambung tidur dan pelbagai aktiviti seharian yang lain.

Namun, tahukah kita apakah yang dilakukan oleh Nabi SAW selepas solat Subuh???

Mari kita hayati kisah di bawah.
Suatu hari, Saidina Abu Bakar bertanya kepada anaknya Aishah r.a,
'Adakah lagi yang tidak aku lakukan tetapi dilakukan oleh Rasulullah SAW?

 Jawab Aishah r.a, "Ada. Sesungguhnya Rasulullah SAW selepas solat Subuh pergi ke pasar mencari orang miskin untuk memberi makan kepada mereka."

Mendengarkan penjelasan Aishah r.a itu Saidina Abu Bakar terkejut lalu terus meluru ke dapur untuk mengambil seguni roti.
Kemudian beliau memikul guni itu menuju ke pasar. Sesampainya di sana, beliau terlihat seorang Yahudi yang buta lalu mendekatinya.

Beliau kemudian mengoyakkan roti itu lalu menyuruh Yahudi tersebut membuka mulutnya, mengunyah dan menelan.

Orang Yahudi tersebut bertanya, Siapakah kamu sebenarnya?

Saidina Abu Bakar r.a menjawab, "Aku dahulu orang yang memberi makan kepadamu."
Belum sempat lagi beliau menelan dengan sempurna, Saidina Abu Bakar r.a mengulangi perkara yang sama. Disuruhnya membuka mulut, mengunyah dan menelan roti yang lain pula.

Kemudian Yahudi tersebut bertanya lagi, Siapakah kamu sebenarnya?

Saidina Abu Bakar r.a menjawab, "Aku dahulu orang yang memberi makan kepadamu."
Semasa kali ketiga Saidina Abu Bakar r.a ingin menyuap roti kepada Yahudi tersebut, orang itu tidak membuka mulut. Namun dia tetap mengulangi soalan yang sama,

"Siapakah kamu sebenarnya?"

Saidina Abu Bakar r.a menjawab, "Aku dahulu orang yang memberi makan kepadamu."

Dia menjawab, "Tidak. orang yang memberi makan kepadaku dahulu tidak begini. Dia mencubit roti lalu merendamnya ke dalam air sebelum menyuap ke mulutku. Semasa roti tersebut berada di dalam mulutku, aku sempat merasa kesedapan dan aroma roti tersebut."

Saidina Abu Bakar r.a sangat terkejut mendengar penjelasan tersebut. Subhanallah !!!
Sungguh indah akhlak Rasulullah SAW. 

Kemudian beliau berkata, "Ya, aku bernama Abu Bakr, dan orang yang memberi makan kepadamu dahulu ialah Muhammad bin Abdullah. Baginda telah wafat"

Orang Yahudi tersebut terperanjat lalu berkata, "Jika begitu celakalah aku, akulah orang yang selalu memburukkan Muhammad tiap kali bertemu dengan orang di pasar, namun Muhammad yang telah memberi makan kepadaku!" 

Begitulah akhlak Rasulullah SAW yang patut kita contohi. Akhlak mulia yang tiada tandingan.
Jika hari ini kita sukar untuk bertemu dengan orang miskin, berilah makan kepada haiwan peliharaan seperti kucing, ayam dan itik. Usah terkejut andai kucing yang lapar itu akan menolong kita di akhirat kelak dengan izin Allah SWT.

  Ayuh Kita Contohi Akhlak Rasulullah SAW